AdBlock terdeteksi! Waktu menunggu diperpanjang detik. Matikan AdBlock untuk mendapatkan link lebih cepat.
Jangan Kecele, Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Tutup Saat Nyepi
Arus mudik Lebaran 2025 diprediksi akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena bertepatan dengan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Sabtu, 29 Maret 2025.
![Pelabuhan Gilimanuk Bali. [FOTO]](https://asset.kompas.com/crops/H_ilXs30jmzja8FZqJ-jS_cURyA=/160x173:1440x1027/750x500/data/photo/2023/05/28/64734eb9f1bbe.jpg)
Momen mudik biasanya menyebabkan kepadatan arus kendaraan dan penumpang di jalur penyeberangan Jawa-Bali, khususnya di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dan Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Tak hanya pelabuhan, Bandara I Gusti Ngurah Rai sebagai salah satu pintu masuk Pulau Dewata juga biasanya ramai saat momen tersebut.
Namun pada momen mudik Lebaran 2025 kali ini, Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk, serta Bandara I Gusti Ngurah Rai tetap akan tutup saat Nyepi.
Penutupan pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk
Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Ketapang akan dihentikan mulai 29 Maret pukul 00.00 WIB dan baru dibuka kembali pada 30 Maret pukul 06.00 WIB.Sementara itu, Pelabuhan Gilimanuk akan mulai ditutup pada 29 Maret pukul 06.00 WIB dan kembali beroperasi pada 30 Maret pukul 06.00 WIB.
[img.2]
Penutupan ini dilakukan untuk menghormati umat Hindu yang merayakan Hari Raya Nyepi di Bali.
Dengan adanya penutupan tersebut, arus kendaraan di jalur penyeberangan diperkirakan meningkat, terutama pada 27-28 Maret 2025 yang menjadi puncak arus mudik.
Oleh karena itu, para pemudik diimbau untuk mengatur jadwal perjalanan mereka agar tidak terhambat akibat penutupan sementara ini.
Untuk mengatasi potensi kepadatan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) telah menyediakan empat buffer zone atau kawasan penyangga sebagai tempat peristirahatan bagi pemudik. Lokasi buffer zone tersebut meliputi:
- Lahan parkir ASDP di Desa Bulusan
- Terminal Sritanjung
- Grand Watu Dodol
- Lahan pangan di Desa Bangsring (jika tiga lokasi sebelumnya penuh).
Penutupan Bandara I Gusti Ngurah Rai
Selain penutupan pelabuhan, Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali juga akan menghentikan seluruh aktivitas penerbangan selama 24 jam pada Hari Suci Nyepi, yaitu pada 29 Maret 2025.Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia, Faik Fahmi, menegaskan bahwa keputusan ini sesuai dengan tradisi tahunan yang menghormati ketenangan dan kekhusyukan Hari Suci Nyepi di Pulau Dewata.
[img.3]
Keputusan penutupan bandara ini menjadi perhatian khusus karena Nyepi tahun 2025 jatuh dua hari sebelum Idul Fitri, yang diperkirakan jatuh pada 31 Maret 2025.
Mengingat kondisi tersebut, pihak bandara akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk membahas kebijakan pengaturan penerbangan selama periode mudik Lebaran.
Faik Fahmi menyarankan kepada para wisatawan dan pemudik yang ingin ke Bali agar mempertimbangkan kembali jadwal keberangkatan mereka.
"Mungkin kami menyarankan nanti kalau memang mau ke Bali, jangan dua hari sebelumnya (Lebaran), artinya mungkin sebelum atau pada saat Lebaran, jadi saat Nyepi selesai," ujar Faik dilansir dari Antara.
Penutupan Bandara Ngurah Rai pada Hari Suci Nyepi bukanlah yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, pada tahun 2002, Nyepi juga bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.
Saat itu, umat Muslim tetap dapat melaksanakan Shalat Ied dengan menyesuaikan kondisi, seperti tidak menggunakan pengeras suara dan kendaraan guna menghormati tradisi Nyepi di Bali.